Kamis, 07 April 2011

TKP Penembakan medan


MEDAN - Tim Forensik Rumah Sakit Umum Daerah dr Pirngadi Medan, melakukan otopsi selama enam jam terhadap jasad pasangan suami isteri Suwito (36) dan Dora Halim (32), korban aksi penembakan Selasa (29/3) pukul 21.30 WIB.

Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan, Dr Surjit Singh, sore tadi, mengatakan, pihaknya telah melakukan otopsi terhadap jasad suami isteri pengusaha penangkapan ikan dan garam cap Golven tersebut.

"Otopsi dilakukan oleh intalasi forensik RSU Pirngadi selama enam jam. Otopsi telah selesai kami lakukan, di mulai dari pukul 00.00 WIB dini hari tadi hingga selesai pukul 06.00 WIB pagi tadi," katanya.

Hasil otopsi tersebut ditemukan tujuh proyektil di dalam tubuh pasangan tersebut yakni tiga proyektil terdapat pada korban wanita dan empat pada pria.

"Kalau untuk laki-laki terdapat bekas robek pada kening, bekas tembakan di kepala, dada dan perut. Sedangkan yang perempuan terdapat luka tembakan di dada, lengan kiri dan lengan bawah," katanya.

Namun, dia, enggan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kira-kira jarak tembak yang dilakukan terhadap kedua korban. Menurut dia, hal tersebut merupakan wewenang pihak yang berwajib menjelaskan sedangkan mereka hanya melakukan otopsi saja.

"Kami hanya melakukan otopsi, hasilnya akan kami kirimkan ke tim balestik Labfor Polda Sumut," katanya.

Menurut dia, setidaknya ada terdapat luka tembak tembus pada jasad perempuan, yakni pada bagian leher kanan yang tembus ke leher kiri. Sedangkan pada jasad laki-laki terdapat luka tembus di bagian bahu dan lengan kiri bawah ke atas.

Sementara itu, di RS Colombia tempat kedua anak korban dirawat tidak dapat diperoleh keterangan apapun mengenai perkembangan kondisinya lebih lanjut."Tunggu sebentar ya bang, belum bisa diberi keterangan," kata salah seorang petugas dibagian informasi.

Editor: ANANTA POLITAN BANGUN
(dat03/antara)

sumber : 
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=184680:otopsi-korban-penembakan-enam-jam&catid=14:medan&Itemid=27

Senin, 31 Januari 2011

Puslabfor Polri Selidiki Ledakan Tangki IKPP

PERAWANG (RP) – Untuk mengetahui penyebab rubuh dan meledaknya tanki HBL PT IKPP yang bermuatan black liquor atau getah kayu yang menyebabkan empat pekerja meninggal dunia dan empat orang dirawat di rumah sakit, tim dari kepolisian Polres Siak bersama kepolisian Tualang dan Tim Puslabfor Bareskrim Cabang Medan, melakukan olah Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) di lokasi ledakan.

 

Tim ini terdiri dari AKP M Ali Akbar SSi dan Penda Happyn Riyono ST di dampingi oleh Kasat Reskrim Polres Siak AKP Ardinal, Kapolsek Tualang Kompol Azwar SSos MSi, Kanit Reskrim Polsek Tualang AKP Ali Azhar, S.Sos dan Kanit Intel Tualang Bripka Nopriadi serta dari Puslabfor tiba ke lokasi sekitar pukul 12.30 WIB.

Kapolres Siak AKBP Toni Ariandi ketika dikonfirmasi, Ahad (2/1) melalui Kapolsek Tualang Kompol Azwar menjelaskan, dalam olah TKP tim melakukan kegiatan mengambil sampel potongan logam berupa baja plat, mengumpulkan dokumentasi TKP dan mengumpulkan baket tentang operasional sistem serta mengambil sampel getah kayu yang tumpah.
Untuk tindak lanjut olah TKP, lanjut Kapolsek, tim Puslabfor akan mengkoordinasikan dengan Kepala Puslabfor Bareskrim Cabang Medan. Kegiatan oleh TKP pada hari berakhir sekitar pukul 18.00 WIB.

‘’Olah TKP telah dilakukan dua hari, dan menurut rencana tim akan dilanjutkan besok (hari ini,red). Dan penyebab insiden ini terjadi kita menunggu hasil dari Puslafbor Medan nanti. Namun hasilnya hanya pihak pihak terkait yang mengetahuinya,’’ ungkap Kapolsek.
Sementara pihak perusahaan PT IKPP melalui Humas Ir Musherizal Yatim mengatakan, akibat peristiwa kecelakaan tersebut empat orang meninggal dunia dan empat orang masih dirawat di rumah sakit Pekanbaru.

‘’Tiga korban masih dirawat di rumah sakit Pekanbaru yakni Nofarizal (45) karyawan PT KPP, Khairul (24), Sulaiman (22) karyawan PT IKPP dirawat di Rs Eka Hospital dan Ruben Napitupulu (30) karyawan PT Prima Sejahtera di RS Santa Maria. Dan kita terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kesehatan ke empat korban ini,’’ jelas Musherizal Yatim.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, insiden rubuh dan meledaknya tangki getah kayu di RB 11, Jumat (31/12), di penghujung 2010 menyebabkan empat orang meninggal dunia yakni Yasri Ferdian (30) karyawan IKPP, Ardi Antoni (25) karyawan PT Timas serta Musarha (42) karyawan IKPP bagian seksi matrial ditemukan Jumat (31/12). Kemudian korban satu lagi atas nama Erizal Suwondo ditemukan pagi Sabtu (1/1). Seluruh korban dikebumikan di kampung halaman masing-masing.(wik)

Sumber:

Cari Blog Ini